Monday, 18 December 2017

Tausiyah Ustadz Reza Dalam Khataman MMQ JET TEMPUR Batam angkatan ke-13 tahun 2017 (BAGIAN 2)

Makanya dulu itu ada seorang santri itu minta ijazah itu ke saya, lho inikan sudah salah kaprah,
minta ijazah ke saya. Kalo minta jaksah ke saya bisa. Kalau minta ijazah sebenarnya kepada beliau
Kyai Khotibul Umam, ini minta ijazah ke saya, tujuannya apa? saya tanya buat apa?” buat melihat
perempuan langsung terkapar pada saya”. inikan sulit, saya saja gak bisa seperti itu. Akhirnya saya
bilang kepada teman saya ini. Santri Lirboyo, masih baru mondok dapat satu bulan macam-macam
minta amalan seperti itu.

Akhirnya saya kasih tahu kamu hafalkan apa yang saya katakan, gak boleh dicatet, sepakat? Sepakat!
Bismilahhirohmanirrohim. ini doa agar cepet dinikahakan oleh Alloh SWT. Bismillahirohmanirohim.
Ya Alloh ya robbi tiga kali, digowo-gowo gak dirabi rabi, masak doanya kayak gitu? Ya sudah itu doa dibaca didepan perempauan, pasti perempuan akan mengejarmu, embuh krono opo. Dadi pripun
Pak Agus? Ya Alloh ya robbi digowo-gowo gak dirabi-rabi. In sya Alloh dalam waktu dekat dijodohke Alloh SWT. Amin ya robbal alamin.

Kehebatan bahasa Arab, kita kembali ke bahasa Arab, kita kembali ke bahasa Arab, Al Qur’an itu
dengan memakai bahasa Arab, sehingga menyebabkan bahasa Arab mendapatkan barokahnya Al
Qur’an dan sehingga bahasa Arab memiliki kehebatan yang luar biasa bila dibandingkan dengan
Bahasa-bahasa yang lainnya. Walaupun toh kita tidak mengerti artinya, tapi bahasa Arab secara
otomatis memiliki ikoni yang luar biasa.

Al Qur’an tidak hanya memberikan barokah kepada bahasa yang digunakan oleh Al Qur’an, Al
Qur’an memberi barokah ke siapa saja, kepada sintenke mawon, yang membacanya, lebih-lebih
kepada yang mempelajarinya. Setiap huruf di dalam Al Qur’an. Sak huruf didalam Al Qur’an. Alloh
memerintahkan malaikat untuk menjaga. Satu huruf satu malaikat, bukan satu ayat satu malaikat,
tapi ketika dikatakan alif laaaaam miiiiiiim, itu alifnya satu malaikat, lam nya satu malaikat, mimnya
satu malaikat. Jadi barang siapa berkali-kali membaca Al Qur’an, maka berkali-kali ia mendapatkan
doa dari para malaikat.

Walaupun toh satu ayat, malaikat sudah mendoakan. Tidak hanya sekedar malaikat yang nangkring
di huruf-huruf Al Qur’an, tapi Al Qur’an itu sendiri dikatakan oleh rosululloh SAW, bahwasannya Al
Qur’an itu Sadiqun Mussyafa’, Al Qur’an itu adalah Sadiqun Mussyafa’ yang artinya Al Qur’an itu
bisa memberi syafa’at dan juga Al Qur’an bisa dimintai syafa’at. Bisa nolong juga bisa dimintai
tolong. Bahkan Al Qur’an tadi bisa memintakan tolong pada Alloh agar Ahlul Qur’an itu diberi
syafa’at oleh Alloh SWT.

Jadi besok dihari akhirat Al Qur’an itu akan diwujudkan oleh Alloh layaknya mahluknya Alloh yang
mulia, layaknya mahluknya Alloh yang penuh dengan kewibawaan. Al Qur’an memiliki sinyal yang
luar biasa bagi siapa saja yang ahlul Qur’an, bagi siapa saja yang pernah membacanya, Al Qur’an
akan memanggilnya, Al Qur’an akan menggiringnya untuk masuk kedalam surganya Alloh. Kelihatan teko batuke mencorong kabeh siapa yang alhlul Qur’an, siapa yang menjadikan Qur’an sebagai imamnya, maka Al Qur’an akan tahu besok di akhirot, oh ini batuke ngecap Qur’an, oh iki batuke cap Yasin eh iki batuke iki cap Al Baqoroh, iki batuke cap Ataubah, iki batuke juz amma, iki batuke Anisa’. Kroso ono Nisa’ wae batuke. Ketok, kelihatan yang pada akhirnya Al Qur’an akan menggiring orang orang dapat masuk ke surganya Alloh.

Dan sebaliknya kalau seandainya batuknya burek, ireng ono cape tapi gak ono cahayane, ngecap tapi gak ono cahayane. Masya Alloh, Al Qur’an akan tahu apa isi yang di dalam batuk-batuk tersebut. Yang pasti Al Qur’an akan melemparnya masuk kedalam nerakanya AllohSWT. Ini hebatnya Al Qur’an, siapapun yang membaca Al Qur’an dan dia menjadi ahlul Qur’an ia akan memberikan syafa’at kepada keluarganya. Dados poro rawuh, putro putri panjengan sedoyo yang tadi dijejer baris di depan sini subhanalloh. Ini njenegan jaga sampai tuanya, sampai meninggalnya jangan sampai dia tidak menjadikan Al Qur’an jadi imamnya.

Ustad Reza(tengah) saat di Pondok Bagan bersama dewan asatidz(foto: koleksi Bu Asti)


Jangan sampai dia menyeleweng dari Al Qur’an, ketika Al Qur’an menjadi imamanya. Maka besok
kelak nanti dihari akhirot akan mensyafaati kedua orang tuanya. Dadi wong tuwane ditolong karo
anake. Kejadian riel di akhirot ada orang tua, dua orang tua masuk kedalam nerakanya Alloh. Ada
seorang anak bilang kepada Alloh minta agar kedua orang tua ini dimasukkan kedalam surganya
Alloh. Kedua orang tua itu kemudian bertanya kepada malaikat. “Siapa itu ya malaikat? Wahai jibril
siapa itu orang yang menyelamatkan saya?, orang yang pemuda menyelamatkan saya, dan kenapa
saya masuk kedalam surganya Alloh?” , jawab malaikat Jibril, “engkau masuk kedalam surganya
Alloh bukan karena engkau ahli ibadah, ibadahmu gak cukup untuk menjadi modal karcis masuk
kedalam surganya Alloh. Engkau tak punya modal apa-apa, tapi yang menyebabakan engkau masuk
kedalam surganya Alloh, karena apa? Karena engkau punya anak, yang anakmu itu masuk kedalam
jajaran orang orang ahlul Qur’an. Sehingga engkau dimasukkan oleh anakmu sendiri kedalam
surganya Alloh, dan yang memasukkan kamu, yang memanggil kamu, yang mintakan syafa’at kepada Alloh untukmu itu adalah anak-anakmu yang alhlul Qur’an”.

Jadi putro putri panjengan sedoyo niki poro rawuh, tadi yang ada di depan sini In sya Alloh akan
menjadi ahlul Qur’an. Dan dijaga karena, itu adalah modal yang betul-betul modal yang bisa
mengantarkan kita untuk masuk kedalam surganya Alloh SWT. Apa sih modal panjenengan semua?
Untuk masuk kedalam surganya Alloh yang panjenengan dengan yakini? Apa yang anda yakini dalam bentuk ibadah kalian sehingga ini menjadi modal saya untuk bisa masuk surganya Alloh. Apakah kalian yakin? Kalau sholat kalian diterima aleh Alloh, ada yang yakin 100 persen? Apakah kalian yakin puasa kalian diterima oleh Aloh SWT? Tidak ada yang yakin. Tidak ada yang yakin.

Shohabat Umar bin Khottob seorang khalifah, seorang sahabat rosul yang mulia, masuk ke surganya
Alloh bukan karena sesuatu yang telah dilakukan dalam bentuk-bentuk ibadahnya yang
diistiqomahkan oleh beliau. Ada seseorang bertanya kepada Umar bin Khottob. Ketika Umar bin
Khottob masuk ke dalam syurganya Alloh. Wahai Umar bin Khottob ia melihat Umar di dalam mimpi. “Wahai Umar engkau masuk surganya Alloh, apa amal yang membuat kamu masuk ke dalam
surganya Alloh ? apakah ibadah kamu, apakah sholat kamu?, puasa kamu ?” jawab Syaidina Umar,
“bukan”. “Apakah kamu masuk surganya Alloh karena sifat adilmu? sifat bijaksanamu? Ketika
memimpin umat ini?” Kata Syaidina Umar, “bukan”. “Apakah engkau masuk surganya Alloh karena engkau menjadi kholifah menggantikan posisi rosululloh untuk memimpin umat ini?” Kata Saydina Umar “bukan”. “Terus opo Saydina Umar?”

“Jadi begini ceritanya”, kata Saydina Umar “Ketika aku menjadi kholifah dan aku jalan-jalan di
perdusunan. Aku lihat ada seorang anak kecil memainkan manuk emprit , burung emprit” . Jadi anak
kecil itu punya burung. Burung emprit, tahu burung emprit ibu nggih, bu tahu tho burung emprit?.
Kecil warnanya coklat. Emprit kan coklat, iya ,gak ada emprit yang putih.

Itu Saydina Umar melihat anak memainkan emprit, bermain dengan manuk emprit, bermain dengan
burung emprit atau burung gereja. “Itu burung” kata Saydina Umar “burung itu dibolak balik,
dilempar sana, dia jatuh ke bawah, kemudian diputer-puter kepalanya”. Kalau seandainya burung itu
bisa misuh, misuh tenanan. Kalau andainya burung itu bisa ngidoni, ngidoni tenanan. Tapi dia tak
punya daya, tapi yang pasti burung emprit itu punya perasaan, “ya Alloh pusing kepala ini ya Alloh,
diputer-puter sama anak kecil ini ya Alloh, mabuk darat hatiku ini ya Alloh, diputer-puter sama anak
kecil ini ya Alloh”.

Saydina Umar tahu perasaannya manuk emprit tersebut, didatangilah anak kecil itu, diajak negoisasi
sama Saydina Umar, “hai anak kecil, ini manuk kepunyaanya siapa? Ini burung burungnya siapa Ya?
burung saya, saya minta ya?” Jangan! Sampeankan punya burung sendiri. Jangan, jangan diambil”,
“Ya sudah kalau kamu tidak mau burung ini saya ambil. Ya sudah kamu wani piro? Tak tuku
burungmu. Saya beli burungmu”. “Lha saya minta sekian dinar, saya minta sekian dinar, saya minta
lima dinar”. Masya Alloh burung emprit harganya lima dinar. Harganya lima dinar. Berapa emas itu
lima dinar? Untuk hanya satu burung emprit. Dibayar oleh Saydina Umar. Ketika burung itu sudah
dibayar kemudian burung itu diolahragakan sebentar oleh Saydina Umar, agar kelihatan seger
kemudian burung itu dilepas oleh Saydina Umar.

Amal inilah yang menjadikan Saydina Umar masuk kedalam surganya Alloh SWT. Saydina Umar yang ahli ibadah, yang ahli baca Qur’an, yang ahli sholat malam, Saydina Umar di mana di pipinya, bagian pipinya, di bawah matanya ini tampak ada garis hitam karena sering menangis ketika melihat Al Qur’an, ketika membaca Al Qur’an, ketika sholat malam. Saydina Umar yang sering menangis ingat kepada Alloh, sampai-sampai pipinya itu warnanya kehitaman ada garis itemnya di bawahnya mata, ngapal nangise.

Itu saja masuk kedalam surganya Alloh gara-gara hal sepele itu tadi. Yaitu
menyelamatkan burung gereja, menyelamatkan manuk emprit. Jadi Saydina Hasani, Saydina Huda
saydina-saydina yang lain. Mau pakai apa kita masuk surganya Alloh? Maka dari itu, ceritanya ini
dikisahkan dalam kitab Usfuriyah, yang pertama dalam kitab Usfuriyah itu dikatakan "irkhamu umam fil ardhi warhamhum mamfis sama" maka belas kasihanilah kalian semua kepada mereka-mereka mahluk Alloh yang ada didunia dan mereka mereka penghuni langit akan berbelas kasihan kepada kalian semua.

Burung pipit dalam bahasa Arab disebut Usfuur ( foto: koleksi Ulinuha Asnawi)


Ini para hadirin para hadirot faedah dari pada kita membaca Al Qur’an, faedah kita mondokkan
anak dalam pondok pesantren dan mereka menjadi ahlul Qur’an. Faedahnya tidak hanya untuk anak
kita saja, akan tetapi untuk kedua orang tuanya. Sak niki-niki poro rawuh kulo matur dateng
panjenengan sedoyo, lek golek pondok ati-ati. Opo maneh memondokkan anaknya untuk belajar
ilmu agama, belajar ilmu Qur’an, belajar ilmu hadis. Hati-hati.

Al ilmu dinun fandur min aina ta’kun dinaka, dawuhnya rosululloh ilmu itu adalah agama maka
berhati-hatilah kalian, maka lihatlah dulu dari siapa kalian belajar agama, dari siapa kalian
mengambil ilmu tersebut, kalian harus melihat siapa gurunya, kalian harus melihat ini pondoknya
siapa, ini sanad keilmuannya sampai di mana, ini harus jelas, karena ilmu itu adalah agama kita, salah
belajar ilmu, salah dalam memahami agama, salah belajar guru untuk membaca Al Qur’an yo salah
dalam membaca Al Qur’an.

Dulu itu ada di salah satu perguruan tinggi di Yogya. Ketika semua mau masuk perguruan tinggi,
semua mahasiswa itu diseleksi, dites untuk membaca Al Qur’an. Ada satu mahasiswa, itu ketika
membaca Al Qur’an . Baca Qur’an disuruh milih lagi, kamu mau milih surat yang mana?, saya milih surat yang paling panjang, apa itu? Surat Al Baqoroh, yang dituju juz yang Pertama, karena memang
saya bisanya yang pertama saja. Baca surat Al Baqoroh, calon mahasiswa yo umure wis tuwek.

Audubillahi mina syatonorojim, bismilahirokmanirohim, aaa laaa maaa dalikal quarnil adhim.lho alif lamim diwoco alama. Terang salah belajarnya, itu kalau Yasin bacanya yaa saa. Alif lam ro mocone aaa laa rooo, karena salah dalam menentukan siapa gurunya. Ilmu adalah agama kita, maka berhati- hatilah ketika kita memondokkan anak-anak kita, pilih pondok yang sesuai dengan kondisi
masyarakat kita, yaitu masyarakat ahlussunnah wal jama’ah. Pilih guru-guru yang sesuai dengan
kondisi masyarakat kita, yaitu guru-guru yang memiliki sanad keilmuan sampai kepada nabi kita
Mohammad SAW.


Baca sambungannya di:

Tausiyah Ustadz Reza Dalam Khataman MMQ JET TEMPUR Batam angkatan ke-13 tahun 2017 (BAGIAN 3)



Batam, Ahad 14 Mei 2017 atau 17 Sya’ban 1439 H

Wassalam

Friday, 8 December 2017

Tausiyah Ustadz Reza dalam Khataman MMQ JET TEMPUR Batam angkatan ke-13 tahun 2017 (BAGIAN 1)

Bismillahirrohmanirohim, Alhamdulillahiladhi Yatafaroqu bi Wahdaniyatil uluhiyah,
Walhamdiulilladhi yata’azaz bikahromatil Rububiyah wayu solli wa nusholli ala Sayidina wa Maulana Muhammad. Ibni Abdillah wa’ala alihi wa’as habihi wamauwalah amma ba’dah.

Hadrotal Qirom, poro kyai poro alim ulama, poro khabaib, poro sesepuh, poro pinisepuh. Yang kita
muliakan bersama-sama Habibana Karim Sayyid Muhammad Syauqi bin Yahya, semoga beliau selalu diberi kesehatan, umur panjang oleh Alloh swt. Amin ya Robbal Alamin.

Yang kita muliakan kita bersama-sama, beliau panjeneganipun hadhal ma’had, panjeneganipun Kyai
Khotibul Umam bin Kyai Haji Maftuh Basthul Birri akinal karim ibnul karim. Ingkang kita muliakan
bersama-sama segenap para hudamak, para khodim ponpes Jet Tempur Batam, panjenaganiun Pak
Kyai Huda, panjenaganipun Pak Kyai Imam Hasani, panjenenganipun Pak Kyai Agus, pokoke kulo
aturi kyai ngoten mawon.

Walaupun toh Pak Agus niki dereng rabi. Kados Pak Huda kalian Pak Imam Hasani niki jelas pak kyai. Jarene wong jowo niku pak kyai niku tukang numpak nggrayangi. Nggih kulo nggak paham apa yang ditumpaki dan apa yang digrayangi oleh beliau-beliau ini. Kalau kyai Agus ini saya yakin belum punya pengalaman dan skill untuk numpaki dan nggrayangi.

Segenap asatidz Ponpes Jet Tempur Madrasah Murottilil Qur’an yang dimuliakan Alloh SWT.
Segenap para sesepuh-sesepuh hadir ditengah-tengah kita. Sesepuh yang betul-betul sepuh.
Sesepuh yang betul-betul ampuh, panjenenganipun Romo Yai Samhudi. Beliau adalah guru saya,
beliau adalah sesepuh saya dan juga senior untuk para segenap alumni Ponpes Lirboyo. Jadi wis
senior, sepuh lagi. Sepuh itu kalau katanya orang jawa itu, sekali sesep langsung melepuh. Ini
memang keistimewaan dari beliau, maka waspadalah dengan beliau, sekali sembur bisa melepuh.

Hadirin hadirot yang dimuliakan oleh Alloh SWT, alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita bisa
bersilaturahim, diberikan waktu oleh Allow SWT, diberi hidayah oleh Alloh, diberi rohmat oleh Alloh.

Pada kesempatan kali ini, dari berbagai macam daerah datang kesini. Ada yang dari Aceh, ada yang
dari Padang, ada yang dari Indramayu, ada yang dari Cirebon, ada yang dari Jawa Timur, ada yang
dari Kediri. Datang semuanya disini. walaupun toh ada yang keturunan, ada yang asli, macem-
macem, sampai subhanalloh In sya Alloh bibarkati hudurikum minal barokah dateng panjenengan
semua, majelis ini menjadi majelis yang dirohmati oleh Alloh SWT.

Majelis ini menjadi majelis yang dipenuhi dengan hidayah oleh Alloh SWT. Majelis yang diberikan barokah oleh Alloh SWT. Amin amin ya robbal alamin. Lebih-lebih di majelis ini, kita sama-sama menyaksikan, mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an. Kita menyaksikan yang in sya Alloh mereka tadi yang satu persatu dipanggil betul-betul menjadi ahlul Qur’an amin ya robbal alamin.

Al Qur’an ini memiliki hal yang sangat berbeda dengan kitab-kitab yang lainnya, satu mukjizat yang
berbeda dengan mukjizat-mukjizat Alloh yang diberikan kepada nabi-nabiNya Alloh, karena sangat
berbeda. Al Qur’an disini walaupun toh tulisannya itu dengan memakai dengan bahasa Arab. Al
Qur’ankan tulisannya pakai bahasa Arab” nahnu nazzalna qur’anan arobia” jadi dengan memakai
bahasa Arab. Tapi toh Al Qur’an itu tulisannya memakai bahasa Arab, tidak semua orang Arab
mengerti makna dan kandungan daripada Al Qur’an , dan bahkan tidak semua orang Arab itu bisa
membaca Al Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan tajwid dan mahrojnya.

Saya sendiri pernah mendengarkan langsung bagaimana teman-teman saya yang dari Yaman jelas asalnya yang aslul Arobia, asal Arab itu adalah Yaman. Umurnya yang sudah 20 tahun lebih mendekati 30 tahun, disuruh baca Al Qur’an, itu banyak sekali huruf-huruf yang diganti, mahroj gak pas, kemudian shorofnya juga tidak pas, harokatnya pun juga tidak pas, bukan jaminan, bukan jaminan ketika ia berjinsiah Arab, ketika dia adalah orang Arab, bukan jaminan dia bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan hukum-hukum bacaan dalam Al Qur’an.

Al Qur’an dengan memakai bahasa Arab, jelas. Dah bahkan satu riwayat mengatakan” tatasyarrofu
kulul quran , fatasyarofu lughotul arobiyah bilughotil quran” bahasa Arab itu bisa menjadi mulia
karena apa? Karena dipakai oleh Al Qur’an. Yang tadi disampaikan oleh habib, kesababapan dengan
Al Qur’an. Karena dipakai oleh Al Quran, akhirnya menjadi mulia. Kemuliaan bahasa Arab ini karena dipakai oleh Al Qur’an, karena memang yang bisa mengekspresikan makna daripada Al Qur’an hanya bahasa Arab.

Tidak ada bahasa satupun didunia ini yang bisa mengekspresikan.
Sampean tahu mengekspresikan itu apa? memang rodok repot ngomong karo wong deso iki. Untuk
menggambarkan makna kandungan, makna yang sebenarnya dari pada Al Qur’an, tidak ada yang
sanggup kecuali adalah bahasa Arab, sehingga Alloh disitu memakai bahasa Arab sebagai bahasa
pengantar dari pada Al Qur’an. Tapi walaupun toh Al Qur’an itu memakai bahasa Arab tapi tidak
semua, tidak semua orang Arab mengerti secara baik, mengerti secara benar apa yang dimaksud
oleh Al Qur’an.

Para santri bersalaman dengan Ustadz Reza saat beliau tiba ditempat acara( foto: koleksi pribadi)


Al habib al Muhammad al Badisani, salah satu tokoh pemikir dari Iraq, beliau pernah mengatakan
bahwasannya bahasa Arab itu adalah bahasanya Al Qur’an, tapi maknanya Al Qur’an itu makna yang
bersifat insani bathiniah yang memilki unsur psikologiah. Jadi para rawuh, Al Qur’an itu tulisannya
bahasa Arab, bahasanya pun juga bahasa Arab tapi kalau masalah makna dan kandungan tidak
hanya untuk mereka-mereka orang Arab. Faedahnya tidak hanya untuk orang Arab akan tetapi untuk
semua manusia, akan tetapi untuk semua bangsa , inilah hebatnya bahasa Arab.

Sehingga banyak orang orang yang berjiansiah Arabiah, mulai dari kecil dia ngomong bahasa Arab,
orang-orang Saudi, orang-orang Qatar, orang-orang Emirat, mereka semuanya itu pakai bahasa Arab.
Kalian nggak usah nggumun alias, apa namanya nggumun bahasa Indonesianya? Takjub, heran.
Sampean nggak usah takjub, nggak usah heran, di sana anak itu masih umur lima tahun bahasa
Arabnya ngeces. Nggak pakai kursus tapi bahasa Arabnya luar biasa, walaupun toh bahasanya
bahasa Arab, ngomongnya sak bendinane pakai bahasa Arab, bukan jaminan dia memahami makna
sebenar dari pada Al Qur’an.

Karena Al Qur’an bahasa hati , sama di setiap acara seperti ini pasti dibuka dengan pembacaan ayat
suci Al Qur’an, betul tho? Ada pembacaan ayat suci Al Qur’an dilantunkan dengan Indah,
dilantunkan dengan merdu, kemudian ada salah satu hadirin atau hadirot menangis ketika
mendegar Al Qur’an itu dilantunkan, nangis.

Ini pernah terjadi, ada seorang hadirin menangis ketika mendengar bacaan Al Qur’an dilantukan. Ketika dalam sebuah acara, sing moco Al Qur’an seneng ketika melihat ada yang menangis, uh! dalam hatinya “Kena loe”, tambah lama lagi bolak-balik, ayat lagi, surat baru lagi, tambah nangis orangnya tambah lagi Allohu Akbar! tambah nangis, subhanalloh.


Setelah orang itu turun habis baca Al Qur’an, orang yang nangis itu disamprerin, “kenapa tadi nangis?” “Karena saya nggak enak ya kalau ngaji ya?” Terus dijawab, “enggak, saya menangis ini
karena teringat akan siksanya Alloh nanti di akhirot, saya masuk neraka”. Naudhubillahi mindalik.
Pedih siksanya Alloh nanti di akhirot. Yang baca Qur’an ini kaget, kagetnya kenapa? “Karena
perasaan tadi yang saya baca itu ayat-ayat bercerita tentang surga. Kenapa bercerita tentang
neraka?” Ini artinya para hadirin, ini artinya para hadirot bahasa Al Qur’an tidak hanya bisa
dimaknai dari sisi leterleknya saja, akan tetapi kandungan Al Qur’an ini memiliki satu hal yang luar
biasa, bisa menyentuh hati seseorang.

Gara-gara seperti ini, pada akhirnya barokahnya Al Qur’an itu sampai meluber ke bahasa Arab.
Barokahnya Al Qur’an sampai meluber ke bahasa Arab, sehingga orang itu kalau ngomong Arab itu
mesti kelihatan lebih gagah dari pada kalau ngomong bahasa Indonesia, betul? Orang itu kalau
ngomong Arab itu luar biasa, orang itu tunduk-nduk.

Dulu saya pernah ada tamu tamu dari Yaman datang ke lirboyo, karena dari Yaman guru-guru saya, datang ke lirboyo. Ya beliau kalau ngomong pakai bahasa Arab. Selama beliau berbicara mulai dari A sampai Z kurang lebih dua jam, semuanya pakai bahasa Arab. Dan santri-santri yang mendengarkan semuanya mengatakan amin, amin, amin nggak ada yang berani tolah-toleh sama sekali, wis pokoknya apa yang dikatakan mesti bagus. Iniloh kehebatan bahasa Arab, ada unsur psikologiah ada unsur batiniyah.

Sehingga kalau sampean khususnya laki-laki, ketika kalian merayu seorang perempuan dengan
memakai bahasa Arab, ini lebih…, lebih ampuh daripada merayu memakai dengan bahasa-bahasa
selain bahasa Arab. Sampean ngrayu orang perempaun dengan memakai bahasa Indonesia, “Mbak
mukamu bagai rembulan”, paling sampean langsung di gebrak, “Emang muka saya bulat?”

Tapi kalu seandainya kalian merayunya pakai bahasa Arab “Masya alloh fajbukikal qomar fa ta la’la
hadhal majhlis hadha binuri”, lho itu orang kalau ketemu orang perempuan, dengar itu,
mengungakapkan dengan bahasa Arab yang fasih , fa in sya Alloh , langsung meminta berapa nomer
WA mu, berapa nomer hpmu?. Coba dipraktekkan Pak Agus. Ini saya jadi bertanya-tanya mungkin
sampean kurang mempraktekkan bahasa Arab ditengah-tengah santri putri. ini kehebatan bahasa
Arab.

Dulu itu pernah ada santri lirboyo tiga tahun gak pulang, karena tradisi di lirboyo, barang siapa yg
mondok tiga tahun gak pulang di lirboyo , in sya Alloh pulang langsung jadi orang. Ini tradisi Pondok
Lirboyo. Tiga tahun di Lirboyo gak pulang- pulang pasti jadi orang, pasti. Itu pernah, ketika sudah tiga tahun gak pulang. Kemudian dia pulang, kebetulan santri Indramayu, mau pulang ke Indramayu dari Kediri, naik bis. Ia tiga tahun ibaratnya di….Lirboyo. ketika naik bis, karena ini pas kebetulan musim liburan ia naik bis, itu semua kursi bis penuh dengan penumpang. Kecuali ada satu kursi, tapi
sampingnya itu perempuan, “Mau gak mau dari pada dari Kediri sampai Indramayu berdiri, lebih
baik saya duduk walaupun samping saya kok perempuan”, iniloh santri.

Kalau bukan santri pasti
kursi kosong, kecuali satu kursi sampingnya perempuan pasti milih duduk disamping perempuan,
kalau santri tidak. Itu ketika duduk, disamping seorang perempuan, karena sudah tiga tahun gak pernah ketemu sama perempuan , keringatan pak, gobyos. Duduk diem khusyuk, khuduk, tawadhu, diem. Yang perempuan akhirnya juga grogi. Itulah hebatnya santri, belum apa-apa bisa membuat grogi perempuan. Seorang santri itu yang dari Lirboyo diam. Untuk biar pecah suasana, untuk biar
menghilangkan rasa grogi, akhirnya apa ? ia menghafal Nadhom Alfiah, dia hafal Nadhom Alfiah

“Daripada nganggur lebih baik saya nglalar Nadhom Alfiah” (Ust Rezapun melafalkan beberapa bait alfiah dengan cepat, dan penulispun tidak sempat mencatatnya). Ini yang perempuan semakin lama dibacain Alfiah semakin keluar keringat panas dinginnya. Akhirnya yang perempuan ini bilang ke santri lirboyo, “Kang kalau mau memahabbahi saya jangan seperti ini caranya”. Gak tahu Alfiah itu apa, tapi yang jelas Alfiah tadi pakai bahasa Arab, akhirnya apapun yang terjadi si perempuan ini
yakin dia, hatinya sedang di tembak oleh santri tersebut, walaupun toh dengan memakai Nadhom
Alfiah. Dengan memakai bahasa Arab.




Baca sambungannya di:

Tausiyah Ustadz Reza Dalam Khataman MMQ JET TEMPUR Batam angkatan ke-13 tahun 2017 (BAGIAN 2)






Batam, Ahad 14 Mei 2017 atau 17 Sya’ban 1439 H


Wassalam

 gambar tematik sdit kelas satu