para asatidz yang beraliran ahlusunnah waljama’ah. begini para hadirin, ketika salah memondokkan
anak kita, maka paling yang mendapatkan tanggung jawab itu adalah orang tua, anak itu adalah
tangung jawab orang tua, anak itu walaupun toh didalam Al Qur’an itu dikatakan sebagai nikmat,
anak itu didalam Al Qur’an walaupun toh dikatakan sebagai zina, sebagai perhiasan, di dalam Al
Qur’an itu dikatakn zuyyina linnas hubbusyahawat minannisai wal banina walqonatiril
muqontoroti minal dahabi wal fiddoti wal khoilil musawwamati wal an’ami wal harsi, dhalika
mata’ul khayatitdunya, wallohu indahu khusnul ma’ab(Qs.Al Imron 14).
Disitu dikatakan di dalam Al Qur’an, manusia itu diberi perhiasan, perhiasan syahwat. Dan syahwat
yang paling besar, itu adalah syahwat kepada an nisa. Kepada perempuan, manusia itu kalau sama
perempuan subhanalloh , ora iso ngempet poro rawuh, betul ? opo meneh wong lanang. Wong
lanang iku nek dikongkon milih antarane dunyo karo wong wedok ,niku mesti milih wong wedok.
Betul nopo mboten pak? betul. kulo takon teng nggone bapak-bapak, sampean nek dikongkon milih
emas sak karung. Emas sak karung tapi syarate siji, gak oleh rabi saklawase. Ojo ngguyu disek, atau
wong wedok mlarat , lho gak patek ayu, sing penting disawang tasurna, sedep nyenegno tapi mlarat,
sampean milih pundi? Wong wedok opo bondo? Wedok opo bondo? Wedok… pingin gak rabi? rugi
lek sunat.
Mestine milih wong wedok, nggih pancene bedo karo ibu-ibu, berbeda dengan perempuan. Kalau
perempuan itu memang sukanya itu bondo, sukanya itu perhiasan. Jadi sebenarnya perempuan itu
menikah dengan kalian itu gak pateko sreg dengan wajah kalian, sebenarnya seperti itu. Wis gak
delok iki ganteng opo elek, iki manis opo gagah, gak. Yang pasti itu lebih suka laki-laki ini bijaksana
atau tidak , laki-laki ini sugih apa tidak. Betul!? Betul nopo mboten bu? Betul nggih? Betul! Maka di
dalam Al Qur’an. Coba sampean lihat apa ada seorang perempuan kalau masuk surga dapat
bidadari? Gak ada! Lesbian itu namanya, gak ada di surga itu melakukan bentuk lesbi. Kalau laki-laki
masuk ke surga, dapat bidadari. Kalau perempuan masuk ke surga disitu dijanjkan oleh Alloh,
perempuan akan dikasih perhiasan oleh Alloh, perhiasan emas-emasan, perak, sutra, diberi mahkota
yang mulia, yang Indah oleh Alloh SWT.
Itu kalau mereka masuk ke surganya Alloh…. gak ada bidadari. Bidadarapun juga tidak ada. Karena
perempuan kalau disuruh milih. Sampean disuruh milih bu, coba dijawab dengan jujur dan jawaban
ini betul-betul dari hati panjenangan, dari lubuk hati paling dalam, kalau jawab gak jujur, saya
do’akan tangannya mlungker. Ibu-ibu yang hadir disini, kalau disuruh milih antara emas sekarung,
tapi syaratnya gak boleh nikah selamanya. Atau seorang laki-laki guanteng…, gagah, putih, bersih,
tinggi, macho, tapi mlarat, tapi agak ngileran sedikit. Sampaean milih mana bu? Milih emas nopo
wong lanang ngileran? Emas tho? Emas. Lho ini sudah menjadi firkoh, firkoh dari Alloh SWT untuk
seorang perempuan. Jadi saya pesan kepada bapak-bapak , kalau ibu-ibunya itu minta diberikan
perhiasan, minta dibelikan emas, dibelikan perak, dibelikan kalung, mohon dituruti. Ketika bapak-
bapak tidak menuruti permintaan ibu-ibu, itu berarti melawan firkohnya orang perempuan dari
Alloh SWT.(ibu ibu serentak bertepuk tangan).
Karena memang firkohnya perempuan seperti itu, dia diciptakan untuk berhadapan dengan dunia,
dia diciptakan untuk berhadapan dengan perhiasan. Orang perempuan itu kalau melihat laki-laki itu
sebenarnya pingin muntah kok. Betul buk nggih? ketika sampean melihat laki-laki gagah, kekar
badannya, penuh berisi, penuh berotot bina rangka, bina raga. Bueh mletot kabeh, item keling-
keling, di tengah jalan kira-kira ibu-ibu langsung tutup mata atau tutup mata? Tutup mata pingin
ngungkapkan. Beda sama laki-laki, ada orang gila cantik di pinggir jalan, diambil, begitu toh gak
begitu bening rodok burek titik ngunu diambil. Diumbah, habis diumbah terus dipakai. Ini kalau laki-
laki karena memang dihadapkan dengan syahwatnya kepada perempuan, maka dari itu saya pesen
kepada ibu-ibu, kalau bapak-bapaknya minta dicarikan teman lagi mohon dicarikan lagi( gerrrr
disambut tawa para bapak bapak semua)
Ketika kalian ibu-ibu tidak mencarikan lagi bapak-bapak, berarti melawan firkoh dari Alloh untuk
melawan laki-laki, sepakat pak? sepakat pak? ( “sepakattt” jawab bapak-bapak srentak) bu sepakat
mboten? ( “Mboten…” jawab ibu-ibu berbarengan) ikiloh gak senenge wong wedok, yen ngene iki
loh. Tadi kelihatannya sudah seneng tadi yuhhh tepuk tangan masya Alloh. Ya begitulah para hadirin,
pinginnya menang sendiri. Pinginnya itu pokoknya diturutin sendiri, memang tidak ada laki-laki yang
bisa menyentuh hatinya seorang perempuan kecuali laki-laki yang tangguh .
Tapi ingat walaupun toh perempuan sifatnya seperti itu, istri-istri kalian sifatnya sepert itu tapi ingat
merekalah yang bisa menjadikan kalian seorang wali, kalau ndak perempuan kalian tidak menjadi
wali murid. Hanya perempuan saja yang bisa menjadikan kalian ini menjadi wali. Maka berterima
kasihlah kepada perempuan .
Dulu itu ada seorang ulama besar, seorang syech besar yang bernama Syech Abdul Rahman Bajal
Haban salah seorang ulama yang berada di antara kota Tarim dan kota Saikhun di Hadramaut.
bernama Syech Abdul Rohman Bajal Haban. Syech Abdul Rohman ini adalah seorang wali, tapi
beliau tidak tahu kalau dirinya adalah seorang wali. Kehebatan beliau menjadi seorang wali karena
apa? Karena sifatnya sabar, sifat sabar dari siapa? Dari istrinya. Konon beliau memilik istri yang
cerewetnya luar biasa. Beliau memiliki istri yang cerewetnya dapat penghargaan istri yang paling
cerewet diantara istri-istri yang lain di daerah Hadramaut. Bisa dikatakan istri tercerewet di
Hadramaut. Sampai terkenal istri nomer satu paling cerewet, istri paling judes yang judesnya
naudhubillah minha, luar biasa. Salah satu contohnya Syech Abdul Rohman ini pernah kedatangan
tamu, pernah kedatangan tamu .
Syech Abdul Rohman Bajal Haban ini melihat ke dapur hanya melihat satu lauk-pauk ada nasinya.
Lainnya, tidak ada makanan yang bisa dihidangkan kepada tamunya. Diambilah itu makanan,
diberikan kepada tamunya, dan akan dimakan sama tamunya , istrinya keluar dari kamar lihat di situ,
“lho itu makananku untuk nanti siang, aku gak punya makanan lagi kecuali itu”. Tamunya itu
langsung disamperin sama istrinya Syech Abdul Rohman Bajal Haban. Dia bilang kepada tamunya
“mohon maaf pak tamu ini makanan saya, suami saya gak punya makanan, dia tidak berhak
memberi makanan kepada kamu, Ini makanan saya, mohon maaf ini saya ambil”. Ada istri yang
seperti itu di sini? Ada yang seperti itu istrinya pak, ada?
Abdul Rohman Bajal Haban ini adalah seorang yang khusyuk sama seperti suami-suami yang hadir
disini. Kaku ben isuk. Khusuk, khuduk, tawadhuk, sama seperti suami-suami yang ada disini tawadhu’“Tahu kalau ada duwit”. Ini Syech Abdul Rohman ini gak punya pekerjaaan, kerjannya hanya mengaji, kerjaannya hanya ke masjid , kerjaannya hanya ke musholla untuk membaca Al Qur’an. Kerjaannya hanya ngaji kalau ada yang ngundang mengaji, ada berkat dibawa pulang, gak ada berkat ya sudah nggak apa-apa. Dikasih alhamduluillah gak dikasih yo rapopo….ya begitulah seorang ulama yang hakiki yang sebenarnya, yo seperti itu, seperti Syech Abdul Rohman Bajal Haban.
Dawuh Saydina Ali Karomallohu Wajhah. Termasuk golongan ulama itu yang melakukan tiga hal.
Yang Pertama la yakh suda man fauqohu, yang kedua la yakh qiro mandunahu, yang ketiga la yabtaghiya bi ilmihi samanan. La yakh suda man fauqohu tidak hasud pada orang yang pangkatnya ada diatasnya.
Jadi seorang kyai yang disebut ulama, seorang ulama yang ngalim, katanya Saydina Ali Karomallohu
Wajhah la yak suda man fauqohu. Tidak hasud kepada orang yang pangkatnya lebih mujur dari
padanya. Tidak iri kepada kyai yang nasibnya lebih baik darinya. Kalau ada orang yang mendapatkan
nikmat, ia tidak hasud malah justru ia mengatakan alhamdulillah, ada kyai malah bentuknya
sebaliknya. Ono kyai tumpangane mobile apik. Bolak balik ditekani pejabat. Ono kyai bolak balik
ditekani santri, Itu kyai yang satunya tidak pernah ditamoni siapa-siapa bilang kepada orang-orang”
kyai kok mainannya mobil, itu pasti kyai yang punya peliharaan tuyul”. Ada yang bilang seperti itu?”
kyai kok istrinya banyak ini pasti, ini pakai ilmu guna-guna”, jangan di hasud, biar mereka hidupnya
banyak karena nasib kita bisanya cuma sekian, sudah segitu saja.
Hasud, kyai yang bener gak pernah hasud. La yakh qiro mandunahu. Jadi jangan meremehkan
orang yang pangkatnya dibawahnya. Ia tidak pernah mengatakan kamu itu siapa? sudahlah gak usah
banyak ngomong. lha wong kamu itu orang bodoh kok, dia gak pernah menghina. Kepada orang
yang pangkatnya dibawahnya, kamu itu kyai ndeso , iniloh kyai kota, kamu itu kyai kampung ini lho
kyai kota. Ada kyai yang seperti itu disini pak?
![]() |
| KH. Imam Yahya Mahrus (1949-2012) romo dari Ustadz Reza(foto: koleksi pribadi, diambil dari sebuah kalender) |
Yang terakhir wa layab taghiya bi ilmihi samanan , dia tidak mengharapkan apapun dari ilmu yang
telah dia sampaikan, ini sulit, kalau diundang gak ngarep-ngarep berkat, kalau diundang gak pasang
tarif, wani piro kamu undang saya itu wani piro? Saya ini satu jam ini puluhan juta lho ya? Ada kyai
yang seperti itu, pasang tarif kemudian mengharapkan sesuatu pemberian dari orang yang
mengharapkan ilmunya, ini bukan kyai, bukan ulama menurut Saydina Ali Karomallohu Wajhah.
( kategori 3 ulama diatas bisa dilihat dalam kitab Sunan Addarimi 298)
( kategori 3 ulama diatas bisa dilihat dalam kitab Sunan Addarimi 298)
Abdul Rohman Bajal Haban ini orangnya seperti itu, sampai-sampai dia jatuh miskin nggak punya
apa-apa, tapi tetap dijalani. luar biasanya, ketika ia masuk kedalam rumah habis selesai dari acara,
istrinya tanya lagi” Mas gowo opo?” “Gak gowo opo opo e dik? Gowo berkat, mau wis tak kekno
arek-arek” ,” lho terus saiki nggowo opo? …ngowo duwit opo ora?”’Yo ora gowo duwit, wis tak
kekno sodaqoh jariyah nang nggone masjid”. “Ora nggowo, papa ora nggowo opo-opo, abang gak
bawa apa-apa”, Ditentang sama istrinya , “wis rausah turu nang omah, metuo teko omah”….Syech
Abdul Rohman Bajal Haban kemudian memutuskan, “Ya sudahlah dari pada saya diomeli terus sama
istri seperti ini aku tak menyendiri saja kalau begitu, mau tidur dirumah gak boleh, mau pulang
ditendang karena gara-gara gak bawa apa-apa”
Pergilah dia..
( sampai disini sya tidak mendengarkan ceramah, karena mengejar anak saya yang main)
Di sebuah tempat dengan niatan bertapa, sebelum duduk, Syech Abdul Rohman Bajal Haban itu
melihat sebelah kanannya itu ada seorang laki-laki yang juga bertapa, sebelah kirinya pun ada orang
yang sedang bertapa, yang sedang berkholwat. Syech Abdul Rohman bajal Haban berbicara didalam
hati “orang ini siapa ini? sudah berapa lama mereka disini?” Yang sebelah kanan kemudian
didatengin “Ya fulan bin fulan kamu lagi ngapain disini” “Aku berharap mendekatkan diri kepada
Alloh” ‘Kamu sudah berapa hari disini?” “Sudah lama lah aku disini aku sudah berbulan-bulan di sini”
kata Syech Abdul Rohman Bajal Haban “Kamukan sudah lama disini, lah disinikan jauh dari pasar,
jauh dari Indomaret, jauh dari Alfamart, tukang ojekpun tidak ada di sini, kalau kamu lapar kamu
makan apa? Disinikan padang pasir, masa pasir yang kamu makan? Disinikan jauh dari sumur gak ada air, kalau kamu haus ? apa yang kamu minum?” Kalau yang lagi ngomomg sekarang ada minuman di depannya jadi gak repot-repot, kamu? “Di padang pasir jauh dari minuman terus kamu mau minum apa? Di depan kamukan ada aqua kan bisa diminum kamu gak punya aqua terus mau minum apa?” Ini kemudian orang laki-laki yang ditanya oleh Syech Abdul Rohman Bajal Haban ,”Gampang …tinggal minta berdoa kepada Alloh biwasilathi Syech Abdul Rohman Bajal Haban maka seketika itu Alloh mendatangkan rasa, rasa wareg”, rasa…nopo wareg niku bahasa Indonesianya ? kenyang, wareg wae gak ngerti. Alloh mendatangkan rasa kenyang dan Alloh menghilangkan rasa dahaga hanya dengan berdoa kepada Alloh dengan wasilah Syech Abdul Rohman Bajal Haban.
Syech Abdul Rohman ini kaget “lhukkk nama saya laku dipakai, kok bisa orang lain pakai nama saya
sebagai merek untuk washilah, Alloh langsung mengijabahi”, terus saya tanya “Kamu kenal dengan
Syech Abdul Rohman Bajal Haban?” “Saya gak pernah ketemu, tapi dia orang yang sangat
masyhur”,“Masyhurnya kenapa memang ?” ”Karena dia punya istri yang super cerewet tapi dia
sabar luar biasa”
Kemudian Syech Abdul Rohman Bajal Haban mendatangi yang sebelah kirinya dengan pertanyaan
yang sama, jawabannya sama. Semakin yakin Syech Abdul Rohman Bajal Haban berarti saya ini laku, berarti saya ini laku. Pulanglah Syech Abdul Rohman mendatangi istrinya, “Eh istriku emang kau minta apa ?” “Udahlah gak usah janji-janji, memang punya uang?, punya uang gak? Gak punya, terus kamu mau ngapain pake janji-janji, saya mau minta banyak hal, kamu sanggup membelikan? Enggak sanggup”. “Terus apa yang akan kamu lakukan?” “Aku akan berdoa kepada Alloh dan meminta kepada Alloh agar semua kebutuhanmu dicukupi oleh Alloh SWT”. “Gombal! janji-janji tok”.
Memang laki-laki, ibu-ibu suka berjanji, jangan percaya dengan mulut laki-laki karena semua mulut
laki-laki adalah mulut buaya, kalau mulut perempuan berbisa, tapi kalau mulut laki-laki itu buaya ,
laki-laki suka berjanji, semau laki-laki yang ada disini semuanya buaya, kecuali saya dengan Habib
Syauqi.
![]() |
| KH.Imam Yahya Mahrus(tengah, batik hitam putih) saat menghadiri wisuda sipenulis tahun 2010 silam( foto: koleksi pribadi, diambil dari sebuah kalender) |
Maka waspadalah dengan laki-laki. Tapi saya herannya perempuan itu walau dijanji-janjiin kok yo sik
manut ngono yo? “Woi dik tunggunen telung wulan tak tukno sepeda montor”.” Janji yo mas?” “Iyo
iyo” Manut ae saya heran perempuan ini Masya Alloh. Lho itu Syech Abdul Rohman Bajal Haban
bilang seperti itu kepada istrinya. “Sudah dikkk apa yang kamu minta pasti di kasih oleh Alloh”.
“Tenan lho mas”. “Iya”. “Percaya to mas?” “Iya…kamu minta apa sudah sini aku catet apa saja”.”Ini
lho mas aku pingin seperti tetangga-tetangga. Tetangga-tetangga itu, ininya bagus-bagus, emas,
kemudian gelangnya juga bagus-bagus, ada berlian, ada jamrudnya , itu cincinnya tetangga-tetangga
itu bagus-bagus, ada blue safir ada jamrud, gak ada yang black jack bulu macan. Gak ada! Bagus-
bagus. Aku pingin seperti itu. Aku pingin pakaian-pakaian yang bagus.
Kain dari sutra, bukan seperti ini kain bekas sarungmu aku pakai. Wis bolong-bolong bekase latu rokok pisan. Aku pingin mempercantik diriku mas, aku ingin berselok mas, berselokk? Bersolek mas aku ingin bersolek dan kelihatan cantik gitu lho mas, walupun toh pas-pasan tapi kan seneng mas punya istri seperti aku”.
Kain dari sutra, bukan seperti ini kain bekas sarungmu aku pakai. Wis bolong-bolong bekase latu rokok pisan. Aku pingin mempercantik diriku mas, aku ingin berselok mas, berselokk? Bersolek mas aku ingin bersolek dan kelihatan cantik gitu lho mas, walupun toh pas-pasan tapi kan seneng mas punya istri seperti aku”.
Akhirnya para hadirin para pemirsa. Itu yang disampaikan oleh istrinya Syech Abdul Rohman Bajal
Haban. Syech Abdul Rohman Bajal Haban langsung menadahkan tangan kepada Alloh SWT. “Ya
Alloh engkau maha mendengar aku, apa yang diucapkan oleh istriku ini ya Alloh engkau ijabahi, apa
yang diminta istriku ini ya Alloh engkau ijabahi, kabulkan do’akau ya Alloh”.
Subhanalloh ditunggu-tunggu sama istrinya. “Mana emasnya mas, mana peraknya mas?” “Sebentar
to dik sebentar saja” .
Subhanalloh, dalam waktu yang dekat, santri-santri Syech Abdul Rohman
Subhanalloh, dalam waktu yang dekat, santri-santri Syech Abdul Rohman
Bajal Haban ini berdatangan, ada santri datang yang kebetulan dia punya toko emas, bilang kepada
Syech Abdul Rohman Bajal Haban, “Kyai, ini saya sedang zakat emas, kyai, ini ada gelang ada kalung mungkin cocok untuk ibu nyai”. Enak tho?
( Sampai disini saya tidak bisa mendengarkan ceramah ust Reza lagi karena anak saya sudah lari
kebawah minta main prosotan, saya meminta maaf pada pembaca sekalian atas ketidak komplitan
tulisan ini, namun semoga yg sedikit ini bisa sebagai bahan Mudzakaroh )
Catatan: sekiranya ada dalil yang penulisan kurang pas mohon dikoreksi, itu semata-mata karena
Batam, Ahad 14 Mei 2017 atau 17 Sya’ban 1439 H
Wassalam


