Thursday, 29 June 2017

Janganlah Menjadi Manusia Yang Bersifat Seperti Kalajengking

Segala puji hanya milik Alloh yang Maha Esa, yang benar janji-Nya, yang menolong Hamba-Nya dan meninggikan pasukan perang-Nya, dan mengalahkan pasukan musuh. Ya Alloh ya Tuhan kami, berikanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada orang yang menjadi ikutan yang baik, demikian juga kepada keluarganya dan para sahabat-sahabatnya yang mengikutinya.

Pembaca yang budiman, manusia di dunia ini banyak macam sifatnya. Baik yang bersifat baik juga bersifat buruk. Yang bersifat baik seperti halnya malaikat yang semua tindak tanduknya adalah kebaikan saja, sedang yang bersifat buruk ibarat kalajengking, ular dan hewan buas lainnya. Karena hewan buas tersebut tiada apa yang bisa diharapkan kebaikannya dan yang ada hanya keburukan yang sifatnya membahayakan lainnya seperti menggigit dan menyengat.

Jika kamu rela derajatmu turun dari yang paling tinggi seperti halnya malaikat maka janganlah kamu rela turun derajatnya sampai paling rendah serendahnya seperti sifat kalajengking, ular dan hewan buas seperti diatas. Maka jika kamu ingin selamat sampai tempat kembalimu(Akhirat) janganlah kamu sibuk di dunia in kecuali dengan apa-apa yang bermanfaat bagimu.

Jika kamu lemah dan tidak mampu menegakkan hak agamamu atau melaksanakan kewajiban agamamu karena bekumpul dengan manusia dan menjadikan kamu tidak selamat, kalau berkumpul dengan manusia dan tidak bisa beribadah, kalau begitu bagaimana? Maka menyendiri adalah lebih utama, karena dalam kesendirian itu terdapat keselamatan, kebahagian dan keberuntungan.

Seumpama kamu menyendiri bagaimana? Bisa jadi dalam kesendirianmu ada bisikan setan yang menarik dan mengajakmu terhadap sesuatu yang membuatmu ingin berbuat maksiat dan kamu tidak mampu mencegahnya atau menahannya? maka wajib bagimu dengan tidur, daripada jaga tapi melakukan tindakan maksiat.

Maka sejelek-jeleknya, sehina-hinanya orang yang ingin selamat agamanya adalah dengan tidur atau mengosongkan kehidupannya. Daripada jaga tapi melakukan maksiat, seperti mengomongkan kejelekan orang lain, bergunjing, bergibah dan lain sebagainya. Tidur itu lebih baik.

Dan tidur itu menyerupai perkara atau sesuatu yang tidak berakal, jadi orang berakal kok seperti sesuatu yang tak berakal seperti hewan, batu dan benda mati lainnya.

Bersambung…

Sampul kitab Bidayatul Hidayah(foto: dokpri)

Catatan:

1)Artikel secuil diatas adalah penggalan dari pengkajian kitab Bidayatul Hidayah karangan Syech Muhammad Nawawi Al Jawi yang disampaikan oleh Ustadz Miftahul Huda asal Blitar.

2)Saya berusaha menuliskan kembali apa yang saya dapat dari pengkajian tersebut dengan tulisan baku bahasa Indonesia yang sempurna supaya mudah dimengerti, karena pengkajian kitab ini asalnya menggunakan bahasa kitab kuning ala pesantren yang memerlukan penala’ahan lebih dalam.


Semoga bermanfaat.

1 comment:

 gambar tematik sdit kelas satu